Siapakah single parent itu?, Mundhi Sabda Hardiningtyas menyebutkan dengan jelas definisi single parent lengkap dengan permasalahan yang dihadapi seorang single parent (orang tua tunggal) disini. Berikut cuplikannya, Single parent adalah orang yang melakukan tugas sebagai orang tua (ayah Mengapa seseorang menjadi single parent? Single parent yang terpisah dengan pasangan karena bekerja/belajar di Seseorang yang menjadi single parent karena kematian juga mengalami Dibandingkan dengan kedua jenis single parent di atas, single parent Kondisi emosional single parent pasca perceraian : Masalah Single Parent Pasca Cerai Dengan Anak-anaknya : 2. Single parent seringkali tidak menyadari bahwa ia bukan "super Single parent pasca perceraian juga mengalami masalah dengan mantan Apa yang dibutuhkan seorang single parent saat menghadapi situasi yang
Siapakah single parent itu?
dan
ibu) seorang diri, karena kehilangan/ terpisah dengan pasangannya.
Ada banyak alasan yang menyebabkan seseorang menjadi Single Parent,
diantaranya :
1. Tinggal terpisah karena pasangannya bekerja/belajar di kota/negara
lain.
2. Kematian pasangan
3. Perceraian
kota/negara lain, memiliki beberapa masalah, seperti : merasa kesepian,
tidak terpenuhinya kebutuhan seks sementara secara de jure ia seharusnya
bisa mendapatkan pemenuhan kebutuhan seks dari pasangannya. Saat
pasanganya berada jauh darinya, ia juga merasa berat membesarkan anak
sendiri.
masalah yang berat. Kematian pasangan yang mendadak membuat ia tidak
siap menerima kenyataan. Namun jika mendapatkan pelayanan
pendampingan/konseling yang tepat, ia dapat melalui masa-masa gelapnya.
Idealnya, ia harus mendapatkan konseling kedukaan yang tepat sehingga
kedukaannya tidak berlarut-larut (tidak lebih dari 6 bulan). Kedukaan
yang berlarut-larut memperlambat pemulihan hati anak-anaknya. Selain
itu, beberapa single parent yang ditinggal mati pasangannya mengalami
masalah keuangan dan merasa kesepian.
yang berpisah dengan pasangannya karena perceraian, memiliki masalah
yang lebih serius lagi. Setidaknya saya mencatat ada 6 masalah besar,
yaitu :
1.Masalah emosional
2.Masalah hukum (hak asuh, dll)
3.Menjalin hubungan baik dengan mantan suami/istri 4.Menghadapi anak
5.Masalah dengan lingkungan 6.Masalah keuangan
. Kecewa
. Marah
. Mencari kambing hitam
. Membenci mantan suami/istrinya
. Cemburu terhadap rivalnya
. Mudah marah kepada anak-anak
. Luka batin/trauma
. Kesepian
. Merasa tak berharga
. Merasa teraniaya oleh lingkungan
. Mengasihani dirinya sendiri
1. Single parent yang belum mengampuni dan masih membenci mantan
suami/istrinya akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak-anaknya.
man/super women" sehingga di depan anak-anaknya ia berusaha menunjukkan
dirinya perkasa dan dapat menyelesaikan segala sesuatu tanpa orang lain.
Ia tidak melihat bahwa anak-anaknya memerlukan tokoh pengganti ibu/ayah.
pasangannya. Karena pengalaman pahitnya, seorang single parent sering
tidak menyadari bahwa sejelek apapun mantan suami/istri-nya, ia tetap
ayah/ibu dari anak-anaknya. Sebelum single parent mengampuni mantan
pasangannya, ia cenderung ingin balas dendam. Beberapa single parent
bahkan melakukan usaha balas dendam balas dendam kepada mantan
pasangannya, dengan memanfaatkan anak-anaknya.
sulit pasca perceraiannya?
. Single parent perlu menjalani konseling pribadi untuk membagi
beban/pergumulannya.
. Jika diperlukan, single parent juga bisa menjalani terapi untuk
recovery dari trauma-traumanya. Untuk mencapai pemulihan, seorang single
parent mau tidak mau harus mengampuni diri sendiri. Selanjutnya single
parent juga harus mengampuni mantan pasangaannya. Kalau seorang single
parent merasa disakiti oleh pihak ketiga, mertua atau orang lain di
sekitarnya, maka single parent tersebut juga harus mengampuni mereka.
. Dukungan sosial/komunitas teman senasib (sesama single parent) juga
dibutuhkan untuk menguatkan hati seorang single parent. Setidaknya,
dalam persekutuan dengan kaum senasib, seorang single parent merasa
tidak sendiri.
Sesama single parent tentunya akan lebih mudah mengerti perasaan satu
sama lain dan berempati dengan kawan senasibnya.
. Mendidik anak bersama-sama apasangan saja tidak mudah, apa lagi untuk
menjadi single parent yang harus mengasuh dan membesarkan anak seorang
diri.
Oleh sebab itu, seorang single parent membutuhkan
pengetahuan/ketrampilan single parenting yang memadai supaya bisa
menjadi teladan bagi anak-anaknya.
Tanpa ketrampilan single parenting, seorang single parent akan mengalami
kesulitan bagaimana menolong anak-anak untuk keluar dari trauma dan
kepahitan hidupnya.
. Seorang single parent juga perlu melatih diri untuk bersikap bijaksana
terhadap lingkungan.
. Untuk mengatasi masalah ekonomi, seorang single parent membutuhkan
kesempatan untuk mengembangkan/memanfaatkan talentanya dalam
kegiatan-kegiatan produktif. Mungkin sementaraa ini ada beberapa orang
berpikir untuk memberikan santunan sosial kepada single parent. Namun
kita perlu hati-hati, pemberian bantuan cuma-cuma atau santunan sosial
justru bisa merendahkan martabat dan harga diri seorang single parent.
Bantuan yang berdasarkan rasa kasihan atau iba juga dapat memanjakan dan
"memiskinkan"
single parent. Artinya, bantuan cuma-cuma tidak akan "memerdekakan"
seorang single parent.
. Perceraian dengan pasangan seringkali merusak harga diri seorang
single parent. Bahkan tidak sedikit single parent yang kehilangan makna
hidupnya gara-gara ditinggalkan/bercerai dengan pasangan. Untuk membantu
single parent menemukan kembali makna hidupnya, seorang single parent
bisa dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan sosial atau kerohanian. Namun
hal ini baru bisa dilakukan setelah sang single parent mampu menenangkan
anak-anaknya.
Sunday, July 12, 2009
Definisi Single Parent
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment